WELCOME TO VISIT WALACK ILUGUWA NEWS

Rabu, 21 Agustus 2013

Pembentukan Pulau Papua



Pembentukan Pulau Papua
Papua Barat terletak pada 1˚-9˚ LS dan 129˚-141˚ BT. Geologi Papua sangat kompleks melibatkan interaksi antara lempeng Australia dengan lempeng Pasifik. Hampir seluruh evolusi tektonik Kenozoikum merupakan hasil interaksi konvergen antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik (Hamilton, 1979; Dow et al., 1988). Papua Nugini dan Pegunungan Central Range merupakan hasil tumbukan antara kontinen dan busur kepulauan (Dewey and Bird, 1970). Pegunungan Central Range terbentuk dari batuan Mesozoikum yang terlipat dan tersesarkan serta lapisan Kenozoikum yang terendapkan pada batas Kontinental pasif. Di batasi oleh:

Sabtu, 10 Agustus 2013

Nick Meset (Seorang Toko Papua pro-NKRI)

Pada Kamis, 8 Agustus 2013, Nick Meset (seorang tokoh Papua pro-NKRI) mendampingi 5 orang delegasi pemerintah Republik Kepulauan Solomon berkunjung ke Jayapura. Mereka disambut oleh Franz Alberth Yoku (salah seorang tokoh pro-NKRI) di bandara Sentani. Kunjungan ini merupakan rangkaian pra-kunjungan menjelang kedatangan Perdana Menteri Solomon, Hon. Gordon Darcy Lilo ke Jakarta, yang direncanakan tiba pada hari ini, 11 Agustus 2013.

Jumat, 09 Agustus 2013

5 Kebijakan dan Keindahan di tanah Papua.

5 Keajaiban dan Keindahan di Tanah Papua ---Kabar gembira bagi kamu yang termasuk pecinta travel, kali ini Bejagat akan mencoba berbagi tentang 5 Keajaiban dan Keindahan di Tanah Papua yang mungkin belum banyak orang ketahui. Pada saat Mendengar kata Papua, pasti yang terlintas di benak kamu adalah suku-suku pedalaman. Ternyata, Papua memiliki banyak keajaiban yang belum diketahui banyak orang. Siap-siap terkejut karena selain salju, Papua juga punya beberapa keajaiban lain!

Berada di ujung timur Indonesia, Papua memiliki beragam destinasi menarik untuk dikunjungi. Anda bisa mengarungi Danau Sentani dengan banyak gugusan pulaunya, bercengkrama dengan suku-suku yang masih memegang adat dan tradisi, seperti memakai koteka, atau bermain-main di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Merauke. Ternyata, Papua juga memiliki banyak keajaiban. Keajaiban tersebut ada yang berasal dari alam, buatan manusia, atau pun misteri yang belum terpecahkan. detikTravel pun datang dan menyaksikan keajaiban-keajaiban tersebut dari dekat.

Inilah 5 Keajaiban dan Keindahan di Tanah Papua :

1. Pasir putih di atas bukit
5 Keajaiban dan Keindahan di Tanah Papua
Jika biasanya pasir putih identik dengan pantai, maka berbeda di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Di sini Anda akan dibuat takjub melihat hamparan pasir putih yang ada di atas bukit. Ajaib!

Bukit tersebut bernama Bukit Sumpula. Cukup mudah untuk datang ke sana. Dari Kota Wamena, hanya memakan waktu sekitar 45 menit saja. Ada 6 tempat di sini yang memiliki hamparan pasir putih. Rerumputan menjadi alas berpijak setibanya di sana. Namun, pasir putih tersebut akan terlihat saat Anda mendaki bukit tersebut. Pasir putih di sini terhampar luas dan sangat halus.

Anda hanya dikenakan biaya sukarela untuk naik ke atas bukitnya. Cukup melelahkan memang untuk mendaki sampai di atas puncaknya. Tapi, dari atas ketinggian, Anda akan melihat pemandangan kontras antara rerumputan hijau, batu berwarna abu-abu, Pegunungan Jaya Wijaya yang berwarna hijau bagaikan pagar raksasa, dan pasir yang berwarna putih. Memang, Wamena tidak mempunyai pantai. Tapi bukit berpasir putih ini cukup memberitahu tentang anak-anak di Wamena, bagaimana rasanya bermain-main di tepian pantai. Anda akan benar-benar terbius

2. Salju di negara tropis
5 Keajaiban dan Keindahan di Tanah Papua
Ingin melihat salju di Indonesia? Datanglah ke Gunung Carstenz. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Papua, dengan ketinggian 4.884 mdpl dan menjadi salah satu dari 7 puncak benua atau yang dikenal Seven Summit Continental. Carstenz merupakan rangkaian dari Pegunungan Jaya Wijaya di Taman Nasional Lorentz. Di puncaknya terdapat salju abadi.

detikTravel berkesempatan terbang dengan helikopter di atas puncaknya. Salju berwarna putih pun terlihat jelas di antara bebatuan hitam. Cuaca yang berkabut membuat pilot berhati-hati saat menerbangkan pesawat. Suhu yang dirasakan saat itu pun 0 derajat Celcius. Dada pun terasa sesak karena tidak bisa menarik nafas dalam-dalam. Pemandangan berupa bebatuan abu-abu yang besar-besar, Danau Biru, tidak ada kehidupan, dan awan yang menyelimuti Carstenz pun terlihat jelas. Jika ingin mendaki Carstenz, Anda harus menyiapkan perbekalan dan fisik untuk mendaki selama 11 hari. Pendakian Carztens dapat dimulai dari Sugapa di kabupaten Puncak Jaya. Dari Sugapa, Anda dapat menyewa porter dengan biaya sekitar Rp 500-1 juta per harinya.